Menggunakan PuTTY dengan Key Authentication: Panduan Praktis

 

 

Menggunakan PuTTY dengan Key Authentication: Panduan Praktis

PuTTY adalah salah satu emulator terminal paling populer yang digunakan untuk mengakses server melalui protokol SSH. Salah satu fitur utama SSH adalah dukungan untuk autentikasi berbasis key (key authentication), yang lebih aman dibandingkan dengan metode login berbasis password.

Dalam panduan ini, kita akan membahas langkah-langkah lengkap untuk menggunakan key authentication di PuTTY, termasuk cara membuat key, mengonfigurasinya di server, dan menggunakannya untuk login tanpa password.

Apa Itu Key Authentication?

Key authentication adalah metode autentikasi SSH yang menggunakan pasangan kunci (key pair) yang terdiri dari public key dan private key. Public key ditempatkan di server, sedangkan private key disimpan di komputer klien dan digunakan untuk otentikasi saat login.

Keuntungan Key Authentication:

  • Lebih aman dibandingkan password karena sulit ditebak atau diretas.
  • Menghindari serangan brute force pada login SSH.
  • Mudah digunakan setelah dikonfigurasi dengan benar.
  • Mendukung otomatisasi login tanpa perlu memasukkan password.

Langkah-Langkah Menggunakan PuTTY dengan Key Authentication

1. Menginstal PuTTY dan PuTTYgen

Langkah pertama adalah memastikan bahwa Anda sudah menginstal PuTTY dan PuTTYgen di komputer Anda.

  1. Unduh PuTTY dari situs resminya: https://www.putty.org/.
  2. Instal PuTTY beserta PuTTYgen, yang akan digunakan untuk membuat key pair.

2. Membuat SSH Key dengan PuTTYgen

PuTTYgen adalah alat bawaan PuTTY yang digunakan untuk membuat key pair. Ikuti langkah-langkah berikut untuk menghasilkan SSH key:

  1. Buka PuTTYgen.
  2. Pilih jenis key: RSA dengan minimal 2048-bit (disarankan 4096-bit untuk keamanan yang lebih tinggi).
  3. Klik tombol Generate.
  4. Gerakkan mouse secara acak di area kosong untuk membuat entropi hingga key selesai dihasilkan.
  5. Setelah key dihasilkan, masukkan passphrase untuk keamanan tambahan (opsional).
  6. Klik Save Private Key dan simpan file dengan ekstensi .ppk (misalnya my_private_key.ppk).
  7. Salin Public Key yang ditampilkan di jendela PuTTYgen.

3. Menambahkan Public Key ke Server

Setelah membuat key, langkah berikutnya adalah menambahkan public key ke server agar bisa digunakan untuk login SSH.

  1. Login ke server menggunakan metode login biasa (password).
  2. Buat folder .ssh di direktori home pengguna jika belum ada:
    mkdir -p ~/.ssh
  3. Buat atau edit file authorized_keys di dalam folder .ssh:
    nano ~/.ssh/authorized_keys
  4. Tempelkan public key yang telah disalin dari PuTTYgen.
  5. Simpan file dan keluar dari editor.
  6. Atur izin file agar lebih aman:
    chmod 600 ~/.ssh/authorized_keys
    chmod 700 ~/.ssh
  7. Pastikan layanan SSH mengizinkan autentikasi dengan key. Edit file konfigurasi SSH:
    sudo nano /etc/ssh/sshd_config
  8. Pastikan parameter berikut diaktifkan:
    PubkeyAuthentication yes
    AuthorizedKeysFile %h/.ssh/authorized_keys
  9. Simpan perubahan dan restart SSH:
    sudo systemctl restart ssh

4. Mengonfigurasi PuTTY untuk Menggunakan Private Key

Setelah menambahkan public key ke server, Anda harus mengonfigurasi PuTTY agar menggunakan private key yang telah dibuat.

  1. Buka PuTTY.
  2. Masukkan IP Address atau hostname server di kolom Host Name (or IP address).
  3. Di bagian Connection > SSH > Auth, klik tombol Browse.
  4. Pilih file private key .ppk yang telah dibuat sebelumnya.
  5. Kembali ke halaman utama PuTTY dan klik Open.

5. Login ke Server dengan Key Authentication

Jika konfigurasi sudah benar, ketika Anda menghubungkan PuTTY ke server:

  • Anda akan diminta memasukkan username.
  • Jika private key memiliki passphrase, Anda akan diminta memasukkannya.
  • Setelah itu, Anda akan masuk ke server tanpa perlu memasukkan password.

6. Menyimpan Konfigurasi di PuTTY

Agar lebih mudah mengakses server di masa mendatang, Anda bisa menyimpan konfigurasi di PuTTY:

  1. Di bagian Session, masukkan nama sesi di kolom Saved Sessions (misalnya "Server SSH").
  2. Klik Save.
  3. Untuk login di lain waktu, cukup pilih sesi yang telah disimpan, klik Load, lalu Open.

Kesimpulan: Panduan Menggunakan PuTTY dengan Key Authentication

Key authentication di PuTTY adalah cara yang lebih aman dan praktis untuk mengakses server tanpa menggunakan password. Dengan menggunakan metode ini, Anda dapat meningkatkan keamanan akses SSH dan menghindari risiko serangan brute force.

Dalam panduan ini, kita telah membahas langkah-langkah membuat SSH key, mengonfigurasinya di server, serta menggunakannya di PuTTY. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mengelola koneksi server dengan lebih efisien dan aman.

Apakah jawaban ini membantu? 0 Pengguna Menemukan Ini Bermanfaat

Artikel Terkait

AnyDesk vs TeamViewer: Mana yang Lebih Baik untuk Remote Desktop?

    AnyDesk vs TeamViewer: Mana yang Lebih Baik untuk Remote Desktop? Dalam dunia kerja...

Apa Itu AnyDesk? Panduan Lengkap dan Cara Menggunakannya

    Apa Itu AnyDesk? Panduan Lengkap dan Cara Menggunakannya Di era digital ini, kebutuhan...

Cara Download dan Instal AnyDesk di Windows, Mac, dan Android

    Cara Download dan Instal AnyDesk di Windows, Mac, dan Android AnyDesk adalah salah satu...

Cara Mengatur AnyDesk agar Bisa Digunakan Tanpa Konfirmasi

    Cara Mengatur AnyDesk agar Bisa Digunakan Tanpa Konfirmasi AnyDesk adalah salah satu...

Cara Menggunakan AnyDesk di HP untuk Remote Komputer

    Cara Menggunakan AnyDesk di HP untuk Remote Komputer Di era digital saat ini, kebutuhan...

Powered by WHMCompleteSolution